Pendahuluan
Kepala
sekolah mempunyai peran yang strategis dalam peningkatan mutu pendidikan di
sekolah. Kepala sekolah merupakan pemimpin dalam pembelajaran di sekolah dan
sekaligus sebagai manajer yang mengelola seluruh kegiatan sekolah. Untuk
menjalankan tugas ini kepala sekolah harus mempunyai kemampuan (kompetensi)
dalam memimpin seluruh warga sekolah agar dapat bekerja bersama-sama dalam
mencapai tujuan sekolah sesuai dengan visi dan misi sekolah.
Peraturan Menteri
Pendidikan Nasional (Permendiknas) No.13 Tahun 2007 tentang Standar Kepala Sekolah/Madrasah memberikan
acuan bagi pengembangan kompetensi kepala sekolah/madrasah. Permendiknas tersebut menyebutkan bahwa ada lima dimensi kompetensi yang harus dimiliki oleh kepala sekolah, yaitu kepribadian, manajerial, kewirausahaan,
supervisi, dan sosial (LPPKS, 2010: 1).
Kepemimpinan merupakan salah satu kompetensi
yang harus dimiliki oleh seorang kepala sekolah. Banyak model kepemimpinan yang
dapat dianut dan diterapkan dalam bebagai organisasi/institusi, baik profit
maupun non profit, namun model kepemimpinan yang paling cocok untuk diterapkan
di sekolah adalah kepemimpinan pembelajaran (instructional
leadership or leadership for improved learning). Tentang penerapan
kepemimpinan pembelajaran di sekolah, banyak penelitian yang menyimpulkan bahwa
kepala sekolah yang memfokuskan kepemimpinan pembelajaran menghasilkan prestasi
belajar siswa yang lebih baik dari pada kepala sekolah yang kurang memfokuskan
pada kepemimpinan pembelajaran. Perkembangan teknologi yang begitu pesat dan
pengaruhnya terhadap segala sendi kehidupan tidak dapat dibendung. Teknologi harus diterima dan dijadikan sarana
dalam mencapai tujuan kehidupan, termasuk tujuan sekolah yaitu meningkatkan
mutu pendidikan di sekolah. Hal ini mengharuskan kepala sekolah memiliki
kemampuan (kompetensi) di bidang teknologi, khususnya teknologi pembelajaran.
Kerangka Teori
Keberhasilan pembelajaran di
sekolah tidak terlepas dari peran kepala sekolah sebagai pemimpin pembelajara. Kepemimpinan pembelajaran adalah kepemimpinan yang memfokuskan/menekankan
pada pembelajaran yang unsur-unsurnya meliputi kurikulum, proses belajar
mengajar, asesmen (penilaian hasil belajar), penilaian serta pengembangan guru,
layanan prima dalam pembelajaran, dan pembangunan komunitas belajar di sekolah.
Tujuan utama
kepemimpinan pembelajaran adalah memberikan layanan prima kepada semua siswa agar mereka mampu mengembangkan potensi kualitas dasar dan
kualitas instrumentalnya untuk menghadapi masa depan yang belum diketahui dan
sarat dengan tantangan-tantangan yang sangat turbulen. Kepemimpinan
pembelajaran sangat penting untuk diterapkan disekolah karena kepemimpinan
pembelajaran berkontribusi sangat signifikan terhadap peningkatan prestasi
belajar siswa. Butir-butir penting kepemimpinan
pembelajaran menyarankan bahwa kepemimpinan pembelajaran akan berjalan dengan
baik apabila didukung oleh: (a) figur (kepala sekolah) yang mampu berpikir,
bersikap, dan bertindak sebagai pemimpin pembelajaran, (b) kultur pembelajaran
yang dikembangkan melalui pembangunan komunitas belajar di sekolah, dan (c)
sistem (struktur) yang utuh dan benar. Perilaku kepala sekolah (pemimpin
pembelajaran), guru, dan karyawan berkontribusi yang sangat signifikan terhadap
peningkatan efektivitas pembelajaran di sekolah (Ditendik, 2010: 20).
Kepemimpinan teknologi kepala
sekolah barangkali merupakan hal yang baru bagi kepala sekolah di negara kita.
Namun di Amerika Serikat kepala sekolah harus mempunyai kemampuan (kompetensi)
kepemimpinan teknologi. Menurut Chang
(2012: 330) untuk menjadi pemimpin teknologi yang berpengalaman dan mempunyai
kemampuan, kepala sekolah harus dilatih dalam lima bidang:
1.
Visi, perencanaan, dan pengelolaan
Dasar yang paling penting dari kepemimpinan teknologi, seorang pemimpin
teknologi harus mengembangkan visi bagaimana reformasi sekolah akan dipengaruhi
oleh teknologi. Pengembangan
visi ini mengharuskan kepala sekolah untuk memahami arah dan kecenderungan
pengembangan teknologi, pemahaman ini akan sangat mempengaruhi pemahaman kepala
sekolah. Kepala sekolah harus mempertahankan kejelasan visi teknologi, serta
memahami potensi menggunakan teknologi di dalam kelas.
2.
Pengembangan dan pelatihan staf
Perencanaan dan membangun sumber daya untuk pengembangan staf merupakan
tanggung jawab yang sangat penting dari seorang pemimpin teknologi. Dalam
pengembangan staf, pemimpin harus menyiapkan model dan materi yang baru.
3.
Dukungan teknologi dan infrastruktur
Ketika instruktur dan staf memerlukan bantuan, pemimpin teknologi harus
menyediakan dukungan yang terampil untuk memprtahankan akses yang sama terhadap
sumber daya teknologi dan penggunaan teknologi yang sesuai dengan lingkungan.
4.
Evaluasi
dan penelitian
Kepala sekolah yang efektif harus melaksanakan prosedur untuk mengukur
pertumbuhan masing-masing individu menurut peringkat yang diberikan oleh guru.
Kepala sekolah juga harus menentukan target teknologi dan memperkenalkan
rencana pengembangan profesional. Kepala sekolah yang efektif akan mengukur kinerja
guru melalui hasil penelitian efektivitas teknologi. Secara bersama-sama,
kepala sekolah harus mempelajari nilai siswa dan mendorong guru agar
mengimplementasikan teknologi untuk meningkatkan kinerja akademik.
5.
Keterampilan interpersonal dan komunikasi
Keterampilan interpersonal penting dalam kepemimpinan teknologi, dan
keterampilan ini justru mengabaikan keterampilan teknologi. Ketika teknologi
baru diimplementasikan di sekolah, pemimpin harus mampu memberikan dukungan,
dengan demikian komunikasi yang tepat merupakan keterampilan pertama yang harus
dimiliki pemimpin teknologi secara akademik. Hubungan yang saling melengkapi
diperlukan antara keterampilan komunikasi kepala sekolah dan keterampilan
kepemimpinan teknologi individual.
Metodologi
Penelitian
ini bertujuan untuk mengetahui persepsi kepala sekolah dasar di Kabupaten
Tanggamus Provinsi Lampung terhadap kepemimpinan teknologi kepala sekolah. Sampel yang diambil sebanyak 70 orang kepala
sekolah dasar dari seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Tanggamus yang
dijadikan responden. Responden diminta mengisi instrumen (kuesioner) yang
berisi persepsi mereka terhadap lima bidang yang harus dikuasai dalam
kepemimpinan teknologi, yaitu:
1.
Visi, perencanaan, dan
pengelolaan
2.
Pengembangan dan
pelatihan staf
3.
Dukungan
teknologi dan infrastruktur
4.
Evaluasi dan penelitian
5.
Keterampilan interpersonal
dan komunikasi
Hasil isian instrumen oleh responden kemudian di analisis menggunakan Uji Kruskal Wallis dengan asumsi ketika Asymp.Sig < taraf nyata 5%, maka disimpulkan bahwa
peubah berpengaruh nyata terhadap respon.
Sedangkan untuk penilaian per indikator dalam setiap dimensi
menggunakan skala 1-4 dengan kriteria sebagai berikut:
Sangat Sulit : 0,00 - 1,00
Sulit : 1,01 - 2,00
Cukup Sulit : 2,01 – 3,00
Tidak Sulit : 3,01 – 4,00
Pembahasan
Hasil analisis data dari instrumen yang telah diisi oleh
responden yang berkaitan dengan kompetensi kepemimpinan teknologi kepala
sekolah dengan lima bidang (dimensi) kemampuan yang harus dimiliki dapat
dijelaskan sebagai berikut:
1.
Visi, perencanaan, dan pengelolaan
Interpretasi hasil
pengolahan data pada dimensi ini sebagai berikut: visi, perencanaan, dan pengelolaan berpengaruh
nyata terhadap kepemimpinan teknologi kepala sekolah pada taraf nyata 5%. Ini
mengandung makna bahwa kepala sekolah dasar mempunyai keyakinan bahwa visi, perencanaan, dan pengelolaan dapat mempengaruhi kepemimpinan
teknologi kepala sekolah. Dalam dimensi ini terdapat empat indikator, yaitu:
a.
Menyusun visi
tentang teknologi yang digunakan di sekolah
b.
Menjabarkan visi
secara jelas tentang teknologi yang digunakan di sekolah
c.
Menyusun perencanaan
program penerapan teknologi di sekolah
d.
Menyusun progam
pengelolaan teknologi di sekolah
Berdasarkan
hasil pengolahan data pada dimensi visi, perencanaan, dan pengelolaan ini dapat
diperoleh nilai rata-rata per indikator
seperti dalam tabel berikut.
Tabel 1.1. Nilai
Rata-rata per Indikator pada Dimensi Visi, Perencanaan, dan Pengelolaan
No
|
Indikator
|
Skor
|
1
|
Menyusun visi tentang teknologi yang digunakan di sekolah
|
2,8
|
2
|
Menjabarkan visi secara jelas tentang teknologi
yang digunakan di sekolah
|
2,7
|
3
|
Menyusun perencanaan program penerapan teknologi di sekolah
|
2,7
|
4
|
Menyusun progam pengelolaan teknologi di sekolah
|
2,5
|
Dari data di atas dapat
dinyatakan bahwa kepala sekolah dasar di Kabupaten Tanggamus masih cukup
kesulitan dalam menyusun visi, perencanaan, dan pengelolaan teknologi di
sekolah.
2.
Pengembangan dan pelatihan staf
Interpretasi hasil
pengolahan data pada dimensi ini sebagai berikut: pengembangan dan pelatihan staf berpengaruh
nyata terhadap kepemimpinan teknologi kepala sekolah pada taraf nyata 5%. Ini
mengandung makna bahwa kepala sekolah dasar mempunyai keyakinan bahwa pengembangan dan pelatihan staf dapat
mempengaruhi kepemimpinan teknologi kepala sekolah. Dalam dimensi ini terdapat
empat indikator, yaitu:
a.
Menyusun program
pengembangan dan pelatihan penguasaan teknologi bagi guru dan seluruh staf
b.
Mendorong in-service training teknologi bagi guru
dan staf
c.
Melakukan evaluasi
terhadap guru/staf yang telah mengikuti pengembangan/pelatihan di bidang
teknologi
Berdasarkan
hasil pengolahan data pada dimensi pengembangan dan pelatihan staf ini dapat
diperoleh nilai rata-rata per indikator
seperti dalam tabel berikut.
Tabel 1.2. Nilai
Rata-rata per Indikator pada Dimensi Pengembangan dan Pelatihan Staf
No
|
Indikator
|
Skor
|
1
|
Menyusun program pengembangan dan pelatihan
penguasaan teknologi bagi guru dan seluruh staf
|
2,5
|
2
|
Mendorong in-service
training teknologi bagi guru dan staf
|
2,8
|
3
|
Melakukan evaluasi terhadap guru/staf yang
telah mengikuti pengembangan/pelatihan di bidang teknologi
|
2,8
|
Dari data di atas dapat
dinyatakan bahwa kepala sekolah dasar di Kabupaten Tanggamus masih cukup
kesulitan dalam melakukan pengembangan dan pelatihan staf di bidang teknologi
pembelajaran.
3.
Dukungan teknologi dan infrastruktur
Interpretasi hasil
pengolahan data pada dimensi ini sebagai berikut: dukungan teknologi dan infrastruktur
berpengaruh nyata terhadap kepemimpinan teknologi kepala sekolah pada taraf
nyata 5%. Ini mengandung makna bahwa kepala sekolah dasar mempunyai
keyakinan bahwa dukungan teknologi dan
infrastruktur dapat mempengaruhi kepemimpinan teknologi kepala sekolah. Dalam
dimensi ini terdapat empat indikator, yaitu:
a.
Menentukan jenis
teknologi yang akan diterapkan di sekolah
b.
Melakukan analisis
kebutuhan infrastruktur (sarana dan prasarana) yang mendukung penerapan
teknologi di sekolah
c.
Memastikan bahwa
fasilitas teknologi yang digunakan tepat
guna
Berdasarkan
hasil pengolahan data pada dimensi dukungan teknologi dan infrastruktur ini
dapat diperoleh nilai rata-rata per indikator
seperti dalam tabel berikut.
Tabel 1.3. Nilai
Rata-rata per Indikator pada Dimensi Dukungan Teknologi dan Infrastruktur
No
|
Indikator
|
Skor
|
1
|
Menentukan jenis teknologi yang akan diterapkan
di sekolah
|
2,9
|
2
|
Melakukan analisis kebutuhan infrastruktur
(sarana dan prasarana) yang mendukung penerapan teknologi di sekolah
|
2,9
|
3
|
Memastikan bahwa fasilitas teknologi yang
digunakan tepat guna
|
3,1
|
Dari data di atas dapat
dinyatakan bahwa kepala sekolah dasar di Kabupaten Tanggamus masih cukup
kesulitan dalam menentukan jenis
teknologi yang akan diterapkan di sekolah dan melakukan analisis kebutuhan infrastruktur
(sarana dan prasarana) yang mendukung penerapan teknologi di sekolah. Sedangkan
dalam memastikan bahwa fasilitas
teknologi yang digunakan tepat guna
kepala sekolah dasar tidak mengalami kesulitan.
4.
Evaluasi
dan penelitian
Interpretasi hasil
pengolahan data pada dimensi ini sebagai berikut: evaluasi dan penelitian berpengaruh nyata
terhadap kepemimpinan teknologi kepala sekolah pada taraf nyata 5%. Ini
mengandung makna bahwa kepala sekolah dasar mempunyai keyakinan evaluasi dan
penelitian dapat mempengaruhi kepemimpinan teknologi kepala sekolah. Dalam
dimensi ini terdapat empat indikator, yaitu:
a.
Memandang teknologi
yang efektif digunakan sebagai salah satu komponen penilaian kinerja guru/staf
b.
Melakukan evaluasi
terhadap perangkat teknologi yang digunakan di sekolah
c.
Melakukan penelitian
pemanfaatan teknologi dan pengaruhnya terhadap pembelajaran
Berdasarkan
hasil pengolahan data pada dimensi evaluasi dan penelitian ini dapat diperoleh
nilai rata-rata per indikator seperti
dalam tabel berikut.
Tabel 1.4. Nilai Rata-rata per Indikator pada Dimensi
Evaluasi dan Penelitian
No
|
Indikator
|
Skor
|
1
|
Memandang teknologi yang efektif digunakan
sebagai salah satu komponen penilaian kinerja guru/staf
|
2,9
|
2
|
Melakukan evaluasi terhadap perangkat teknologi
yang digunakan di sekolah
|
2,8
|
3
|
Melakukan penelitian pemanfaatan teknologi dan
pengaruhnya terhadap pembelajaran
|
2,7
|
Dari data di atas dapat
dinyatakan bahwa kepala sekolah dasar di Kabupaten Tanggamus masih cukup
kesulitan dalam melakukan evaluasi dan penelitian dalam pemanfaatan teknologi di sekolah.
5.
Keterampilan interpersonal dan komunikasi
Interpretasi hasil
pengolahan data pada dimensi ini sebagai berikut: keterampilan interpersonal
dan komunikasi berpengaruh nyata terhadap kepemimpinan teknologi kepala sekolah
pada taraf nyata 5%. Ini mengandung makna bahwa kepala sekolah dasar mempunyai
keyakinan bahwa keterampilan interpersonal dan komunikasi
dapat mempengaruhi kepemimpinan teknologi kepala sekolah. Dalam dimensi ini
terdapat empat indikator, yaitu:
a.
Menunjukkan pemahaman
kebutuhan teknologi dan perhatian kepada sekolah
b.
Mengenali dan merespon secara layak perasaan, sikap dan perilaku,
motivasi serta keinginan orang lain (seluruh warga sekolah)
c.
Menggunakan berbagai saluran komunikasi baik langsung maupun tidak
langsung (hanphone, email dan media sosial)
d.
Berkomunikasi secara
efektif dengan seluruh warga sekolah dan stakeholder
Berdasarkan
hasil pengolahan data pada dimensi keterampilan interpersonal dan komunikasi ini dapat diperoleh nilai rata-rata per indikator seperti dalam tabel berikut.
Tabel 1.5. Nilai
Rata-rata per Indikator pada Dimensi keterampilan interpersonal dan komunikasi
No
|
Indikator
|
Skor
|
1
|
Menunjukkan pemahaman kebutuhan teknologi dan
perhatian kepada sekolah
|
2,9
|
2
|
Mengenali dan merespon
secara layak perasaan, sikap dan perilaku, motivasi serta keinginan orang
lain (seluruh warga sekolah)
|
3,0
|
3
|
Menggunakan
berbagai saluran komunikasi baik langsung maupun tidak langsung (hanphone,
email dan media sosial)
|
3,3
|
4
|
Berkomunikasi secara efektif dengan seluruh
warga sekolah dan stakeholder
|
3,4
|
Dari data di atas dapat
dinyatakan bahwa kepala sekolah dasar di Kabupaten Tanggamus tidak mengalami
kesulitan dalam:
a.
Menggunakan berbagai saluran komunikasi baik langsung maupun tidak langsung
(hanphone, email dan media sosial)
b.
Berkomunikasi secara
efektif dengan seluruh warga sekolah dan stakeholder
Namun data diatas juga menunjukkan kepala sekolah dasar
masih cukup mengalami kesulitan dalam:
a.
Mengenali dan merespon secara layak perasaan, sikap dan perilaku,
motivasi serta keinginan orang lain (seluruh warga sekolah)
b.
Memahami kebutuhan
teknologi dan perhatian kepada sekolah.
Simpulan
Berdasarkan hasil data dan
pembahasan yang sudah dilakukan dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:
1.
Kepala sekolah dasar di Kabupaten Tanggamus mempunyai keyakinan
bahwa dimensi (a) visi, perencanaan, dan
pengelolaan, (b) pengembangan dan pelatihan staf, (c) dukungan teknologi dan
infrastruktur, (d) evaluasi dan penelitian, (e) keterampilan interpersonal dan komunikasi, dapat mempengaruhi kepemimpinan teknologi kepala sekolah.
2.
Menurut kepala sekolah dasar di Kabupaten Tanggamus mengalami
cukup kesulitan dalam:
a.
Menyusun visi tentang teknologi yang digunakan di sekolah
b.
Menjabarkan visi secara jelas tentang teknologi yang digunakan di sekolah
c.
Menyusun perencanaan program penerapan teknologi di sekolah
d.
Menyusun progam pengelolaan teknologi di sekolah
e.
Menyusun program pengembangan dan pelatihan penguasaan teknologi bagi
guru dan seluruh staf
f.
Mendorong in-service training
teknologi bagi guru dan staf
g.
Melakukan evaluasi terhadap guru/staf yang telah mengikuti
pengembangan/pelatihan di bidang teknologi
h.
Menentukan jenis teknologi yang akan diterapkan di sekolah
i.
Melakukan analisis kebutuhan infrastruktur (sarana dan prasarana) yang
mendukung penerapan teknologi di sekolah
j.
Memandang teknologi yang efektif digunakan sebagai salah satu komponen
penilaian kinerja guru/staf
k.
Melakukan evaluasi terhadap perangkat teknologi yang digunakan di sekolah
l.
Melakukan penelitian pemanfaatan teknologi dan pengaruhnya terhadap
pembelajaran
m. Menunjukkan pemahaman
kebutuhan teknologi dan perhatian kepada sekolah
3.
Menurut persepsi kepala sekolah dasar di Kabupaten Tanggamus tidak
mengalami kesulitan dalam:
a. Memastikan bahwa
fasilitas teknologi yang digunakan tepat
guna
b. Mengenali dan merespon secara layak perasaan, sikap dan perilaku,
motivasi serta keinginan orang lain (seluruh warga sekolah)
c. Memahami kebutuhan teknologi dan perhatian kepada sekolah.
Daftar
Pustaka
Chang, I.-H. (2012). The Effect of Principals'
Technological Leadership on Teachers' Technological Literacy and Teaching
Effectiveness in Taiwanese Elementary Schools. Educational
Technology & Society, 15 (2), 328–340.
Direktorat Tenaga Kependidikan. 2010. Kepemimpinan Pembelajaran, Materi Pelatihan
Penguatan Kepala Sekolah. Jakarta: Ditjen PMPTK Kemdiknas.
Lembaga Pengembangan dan
Pemberdayaan Kepala Sekolah (LPPKS). 2010. Instrumen
Pemetaan Kompetensi Kepala Sekolah tahun
2010. Surakarta: LPPKS.

0 komentar:
Posting Komentar