Kamis, 30 Maret 2017

KEPEMIMPINAN TEKNOLOGI KEPALA SEKOLAH (Persepsi Kepala Sekolah Dasar di Kabupaten Tanggamus terhadap Kepemimpinan Teknologi Kepala Sekolah)




Pendahuluan
Kepala sekolah mempunyai peran yang strategis dalam peningkatan mutu pendidikan di sekolah. Kepala sekolah merupakan pemimpin dalam pembelajaran di sekolah dan sekaligus sebagai manajer yang mengelola seluruh kegiatan sekolah. Untuk menjalankan tugas ini kepala sekolah harus mempunyai kemampuan (kompetensi) dalam memimpin seluruh warga sekolah agar dapat bekerja bersama-sama dalam mencapai tujuan sekolah sesuai dengan visi dan misi sekolah.
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) No.13 Tahun 2007 tentang Standar Kepala Sekolah/Madrasah memberikan acuan bagi pengembangan kompetensi kepala sekolah/madrasah. Permendiknas tersebut menyebutkan bahwa ada lima dimensi kompetensi yang harus dimiliki oleh kepala sekolah, yaitu kepribadian, manajerial, kewirausahaan, supervisi, dan sosial (LPPKS, 2010: 1).
Kepemimpinan merupakan salah satu kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang kepala sekolah. Banyak model kepemimpinan yang dapat dianut dan diterapkan dalam bebagai organisasi/institusi, baik profit maupun non profit, namun model kepemimpinan yang paling cocok untuk diterapkan di sekolah adalah kepemimpinan pembelajaran (instructional leadership or leadership for improved learning). Tentang penerapan kepemimpinan pembelajaran di sekolah, banyak penelitian yang menyimpulkan bahwa kepala sekolah yang memfokuskan kepemimpinan pembelajaran menghasilkan prestasi belajar siswa yang lebih baik dari pada kepala sekolah yang kurang memfokuskan pada kepemimpinan pembelajaran. Perkembangan teknologi yang begitu pesat dan pengaruhnya terhadap segala sendi kehidupan tidak dapat dibendung.  Teknologi harus diterima dan dijadikan sarana dalam mencapai tujuan kehidupan, termasuk tujuan sekolah yaitu meningkatkan mutu pendidikan di sekolah. Hal ini mengharuskan kepala sekolah memiliki kemampuan (kompetensi) di bidang teknologi, khususnya teknologi pembelajaran.

Kerangka Teori
Keberhasilan pembelajaran di sekolah tidak terlepas dari peran kepala sekolah sebagai pemimpin pembelajara. Kepemimpinan pembelajaran adalah kepemimpinan yang memfokuskan/menekankan pada pembelajaran yang unsur-unsurnya meliputi kurikulum, proses belajar mengajar, asesmen (penilaian hasil belajar), penilaian serta pengembangan guru, layanan prima dalam pembelajaran, dan pembangunan komunitas belajar di sekolah. Tujuan utama kepemimpinan pembelajaran adalah memberikan layanan prima kepada semua siswa agar mereka mampu mengembangkan potensi kualitas dasar dan kualitas instrumentalnya untuk menghadapi masa depan yang belum diketahui dan sarat dengan tantangan-tantangan yang sangat turbulen. Kepemimpinan pembelajaran sangat penting untuk diterapkan disekolah karena kepemimpinan pembelajaran berkontribusi sangat signifikan terhadap peningkatan prestasi belajar siswa. Butir-butir penting kepemimpinan pembelajaran menyarankan bahwa kepemimpinan pembelajaran akan berjalan dengan baik apabila didukung oleh: (a) figur (kepala sekolah) yang mampu berpikir, bersikap, dan bertindak sebagai pemimpin pembelajaran, (b) kultur pembelajaran yang dikembangkan melalui pembangunan komunitas belajar di sekolah, dan (c) sistem (struktur) yang utuh dan benar. Perilaku kepala sekolah (pemimpin pembelajaran), guru, dan karyawan berkontribusi yang sangat signifikan terhadap peningkatan efektivitas pembelajaran di sekolah (Ditendik, 2010: 20).
Kepemimpinan teknologi kepala sekolah barangkali merupakan hal yang baru bagi kepala sekolah di negara kita. Namun di Amerika Serikat kepala sekolah harus mempunyai kemampuan (kompetensi) kepemimpinan teknologi. Menurut Chang (2012: 330) untuk menjadi pemimpin teknologi yang berpengalaman dan mempunyai kemampuan, kepala sekolah harus dilatih dalam lima bidang:
1.   Visi, perencanaan, dan pengelolaan
Dasar yang paling penting dari kepemimpinan teknologi, seorang pemimpin teknologi harus mengembangkan visi bagaimana reformasi sekolah akan dipengaruhi oleh teknologi. Pengembangan visi ini mengharuskan kepala sekolah untuk memahami arah dan kecenderungan pengembangan teknologi, pemahaman ini akan sangat mempengaruhi pemahaman kepala sekolah. Kepala sekolah harus mempertahankan kejelasan visi teknologi, serta memahami potensi menggunakan teknologi di dalam kelas.
2.   Pengembangan dan pelatihan staf
Perencanaan dan membangun sumber daya untuk pengembangan staf merupakan tanggung jawab yang sangat penting dari seorang pemimpin teknologi. Dalam pengembangan staf, pemimpin harus menyiapkan model dan materi yang baru.
3.   Dukungan teknologi dan infrastruktur
Ketika instruktur dan staf memerlukan bantuan, pemimpin teknologi harus menyediakan dukungan yang terampil untuk memprtahankan akses yang sama terhadap sumber daya teknologi dan penggunaan teknologi yang sesuai dengan lingkungan.
4.   Evaluasi  dan penelitian
Kepala sekolah yang efektif harus melaksanakan prosedur untuk mengukur pertumbuhan masing-masing individu menurut peringkat yang diberikan oleh guru. Kepala sekolah juga harus menentukan target teknologi dan memperkenalkan rencana pengembangan profesional. Kepala sekolah yang efektif akan mengukur kinerja guru melalui hasil penelitian efektivitas teknologi. Secara bersama-sama, kepala sekolah harus mempelajari nilai siswa dan mendorong guru agar mengimplementasikan teknologi untuk meningkatkan kinerja akademik.
5.   Keterampilan interpersonal dan komunikasi
Keterampilan interpersonal penting dalam kepemimpinan teknologi, dan keterampilan ini justru mengabaikan keterampilan teknologi. Ketika teknologi baru diimplementasikan di sekolah, pemimpin harus mampu memberikan dukungan, dengan demikian komunikasi yang tepat merupakan keterampilan pertama yang harus dimiliki pemimpin teknologi secara akademik. Hubungan yang saling melengkapi diperlukan antara keterampilan komunikasi kepala sekolah dan keterampilan kepemimpinan teknologi individual.

Metodologi
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi kepala sekolah dasar di Kabupaten Tanggamus Provinsi Lampung terhadap kepemimpinan teknologi kepala sekolah.  Sampel yang diambil sebanyak 70 orang kepala sekolah dasar dari seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Tanggamus yang dijadikan responden. Responden diminta mengisi instrumen (kuesioner) yang berisi persepsi mereka terhadap lima bidang yang harus dikuasai dalam kepemimpinan teknologi, yaitu:
1.        Visi, perencanaan, dan pengelolaan
2.        Pengembangan dan pelatihan staf
3.        Dukungan teknologi dan infrastruktur
4.        Evaluasi  dan penelitian
5.        Keterampilan interpersonal dan komunikasi
Hasil isian instrumen oleh responden kemudian di analisis menggunakan Uji Kruskal Wallis dengan asumsi ketika Asymp.Sig < taraf nyata 5%, maka disimpulkan bahwa peubah berpengaruh nyata terhadap respon.
Sedangkan untuk penilaian per indikator dalam setiap dimensi menggunakan skala 1-4 dengan kriteria sebagai berikut:
Sangat Sulit    : 0,00 - 1,00
Sulit                 : 1,01 -  2,00
Cukup Sulit     : 2,01 – 3,00
Tidak Sulit      : 3,01 – 4,00


Pembahasan
Hasil analisis data dari instrumen yang telah diisi oleh responden yang berkaitan dengan kompetensi kepemimpinan teknologi kepala sekolah dengan lima bidang (dimensi) kemampuan yang harus dimiliki dapat dijelaskan sebagai berikut:
1.       Visi, perencanaan, dan pengelolaan
Interpretasi hasil pengolahan data pada dimensi ini sebagai berikut:  visi, perencanaan, dan pengelolaan berpengaruh nyata terhadap kepemimpinan teknologi kepala sekolah pada taraf nyata 5%. Ini mengandung makna bahwa kepala sekolah dasar mempunyai keyakinan  bahwa visi, perencanaan, dan pengelolaan dapat mempengaruhi kepemimpinan teknologi kepala sekolah. Dalam dimensi ini terdapat empat indikator, yaitu:
a.       Menyusun visi tentang teknologi yang digunakan di sekolah
b.      Menjabarkan visi secara jelas tentang teknologi yang digunakan di sekolah
c.       Menyusun perencanaan program penerapan teknologi di sekolah
d.      Menyusun progam pengelolaan teknologi di sekolah
Berdasarkan hasil pengolahan data pada dimensi visi, perencanaan, dan pengelolaan ini dapat diperoleh nilai rata-rata per indikator  seperti dalam tabel berikut.
Tabel 1.1.  Nilai Rata-rata per Indikator pada Dimensi Visi, Perencanaan, dan Pengelolaan
No
Indikator
Skor
1
Menyusun visi tentang teknologi yang digunakan di sekolah
2,8
2
Menjabarkan visi secara jelas tentang teknologi yang digunakan di sekolah
2,7
3
Menyusun perencanaan program penerapan teknologi di sekolah
2,7
4
Menyusun progam pengelolaan teknologi di sekolah
2,5
Dari data di atas dapat dinyatakan bahwa kepala sekolah dasar di Kabupaten Tanggamus masih cukup kesulitan dalam menyusun visi, perencanaan, dan pengelolaan teknologi di sekolah.
                                                                                                                
2.       Pengembangan dan pelatihan staf
Interpretasi hasil pengolahan data pada dimensi ini sebagai berikut:  pengembangan dan pelatihan staf berpengaruh nyata terhadap kepemimpinan teknologi kepala sekolah pada taraf nyata 5%. Ini mengandung makna bahwa kepala sekolah dasar mempunyai keyakinan  bahwa pengembangan dan pelatihan staf dapat mempengaruhi kepemimpinan teknologi kepala sekolah. Dalam dimensi ini terdapat empat indikator, yaitu:
a.       Menyusun program pengembangan dan pelatihan penguasaan teknologi bagi guru dan seluruh staf
b.      Mendorong in-service training teknologi bagi guru dan staf
c.       Melakukan evaluasi terhadap guru/staf yang telah mengikuti pengembangan/pelatihan di bidang teknologi
Berdasarkan hasil pengolahan data pada dimensi pengembangan dan pelatihan staf ini dapat diperoleh nilai rata-rata per indikator  seperti dalam tabel berikut.
Tabel 1.2.  Nilai Rata-rata per Indikator pada Dimensi Pengembangan dan Pelatihan Staf
No
Indikator
Skor
1
Menyusun program pengembangan dan pelatihan penguasaan teknologi bagi guru dan seluruh staf
2,5
2
Mendorong in-service training teknologi bagi guru dan staf
2,8
3
Melakukan evaluasi terhadap guru/staf yang telah mengikuti pengembangan/pelatihan di bidang teknologi
2,8
Dari data di atas dapat dinyatakan bahwa kepala sekolah dasar di Kabupaten Tanggamus masih cukup kesulitan dalam melakukan pengembangan dan pelatihan staf di bidang teknologi pembelajaran.

3.       Dukungan teknologi dan infrastruktur
Interpretasi hasil pengolahan data pada dimensi ini sebagai berikut:  dukungan teknologi dan infrastruktur berpengaruh nyata terhadap kepemimpinan teknologi kepala sekolah pada taraf nyata 5%. Ini mengandung makna bahwa kepala sekolah dasar mempunyai keyakinan  bahwa dukungan teknologi dan infrastruktur dapat mempengaruhi kepemimpinan teknologi kepala sekolah. Dalam dimensi ini terdapat empat indikator, yaitu:
a.       Menentukan jenis teknologi yang akan diterapkan di sekolah
b.      Melakukan analisis kebutuhan infrastruktur (sarana dan prasarana) yang mendukung penerapan teknologi di sekolah
c.       Memastikan bahwa fasilitas teknologi yang digunakan  tepat guna
Berdasarkan hasil pengolahan data pada dimensi dukungan teknologi dan infrastruktur ini dapat diperoleh nilai rata-rata per indikator  seperti dalam tabel berikut.
Tabel 1.3.  Nilai Rata-rata per Indikator pada Dimensi Dukungan Teknologi dan Infrastruktur
No
Indikator
Skor
1
Menentukan jenis teknologi yang akan diterapkan di sekolah
2,9
2
Melakukan analisis kebutuhan infrastruktur (sarana dan prasarana) yang mendukung penerapan teknologi di sekolah
2,9
3
Memastikan bahwa fasilitas teknologi yang digunakan  tepat guna
3,1
Dari data di atas dapat dinyatakan bahwa kepala sekolah dasar di Kabupaten Tanggamus masih cukup kesulitan dalam menentukan jenis teknologi yang akan diterapkan di sekolah dan melakukan analisis kebutuhan infrastruktur (sarana dan prasarana) yang mendukung penerapan teknologi di sekolah. Sedangkan dalam  memastikan bahwa fasilitas teknologi yang digunakan  tepat guna kepala sekolah dasar tidak mengalami kesulitan.


4.       Evaluasi  dan penelitian
Interpretasi hasil pengolahan data pada dimensi ini sebagai berikut:  evaluasi dan penelitian berpengaruh nyata terhadap kepemimpinan teknologi kepala sekolah pada taraf nyata 5%. Ini mengandung makna bahwa kepala sekolah dasar mempunyai keyakinan evaluasi dan penelitian dapat mempengaruhi kepemimpinan teknologi kepala sekolah. Dalam dimensi ini terdapat empat indikator,  yaitu:
a.       Memandang teknologi yang efektif digunakan sebagai salah satu komponen penilaian kinerja guru/staf
b.      Melakukan evaluasi terhadap perangkat teknologi yang digunakan di sekolah
c.       Melakukan penelitian pemanfaatan teknologi dan pengaruhnya terhadap pembelajaran
Berdasarkan hasil pengolahan data pada dimensi evaluasi dan penelitian ini dapat diperoleh nilai rata-rata per indikator  seperti dalam tabel berikut.
Tabel 1.4. Nilai Rata-rata per Indikator pada Dimensi Evaluasi dan Penelitian
No
Indikator
Skor
1
Memandang teknologi yang efektif digunakan sebagai salah satu komponen penilaian kinerja guru/staf
2,9
2
Melakukan evaluasi terhadap perangkat teknologi yang digunakan di sekolah
2,8
3
Melakukan penelitian pemanfaatan teknologi dan pengaruhnya terhadap pembelajaran
2,7
Dari data di atas dapat dinyatakan bahwa kepala sekolah dasar di Kabupaten Tanggamus masih cukup kesulitan dalam melakukan evaluasi dan penelitian dalam pemanfaatan teknologi di sekolah.

5.       Keterampilan interpersonal dan komunikasi
Interpretasi hasil pengolahan data pada dimensi ini sebagai berikut:  keterampilan interpersonal dan komunikasi berpengaruh nyata terhadap kepemimpinan teknologi kepala sekolah pada taraf nyata 5%. Ini mengandung makna bahwa kepala sekolah dasar mempunyai keyakinan  bahwa keterampilan interpersonal dan komunikasi dapat mempengaruhi kepemimpinan teknologi kepala sekolah. Dalam dimensi ini terdapat empat indikator, yaitu:
a.       Menunjukkan pemahaman kebutuhan teknologi dan perhatian kepada sekolah
b.      Mengenali dan merespon secara layak perasaan, sikap dan perilaku, motivasi serta keinginan orang lain (seluruh warga sekolah)
c.       Menggunakan berbagai saluran komunikasi baik langsung maupun tidak langsung (hanphone, email dan media sosial)
d.      Berkomunikasi secara efektif dengan seluruh warga sekolah dan stakeholder
Berdasarkan hasil pengolahan data pada dimensi keterampilan interpersonal dan komunikasi ini dapat diperoleh nilai rata-rata per indikator  seperti dalam tabel berikut.
Tabel 1.5.  Nilai Rata-rata per Indikator pada Dimensi keterampilan interpersonal dan komunikasi
No
Indikator
Skor
1
Menunjukkan pemahaman kebutuhan teknologi dan perhatian kepada sekolah
2,9
2
Mengenali dan merespon secara layak perasaan, sikap dan perilaku, motivasi serta keinginan orang lain (seluruh warga sekolah)
3,0
3
Menggunakan berbagai saluran komunikasi baik langsung maupun tidak langsung (hanphone, email dan media sosial)
3,3
4
Berkomunikasi secara efektif dengan seluruh warga sekolah dan stakeholder
3,4
Dari data di atas dapat dinyatakan bahwa kepala sekolah dasar di Kabupaten Tanggamus tidak mengalami kesulitan dalam:
a.       Menggunakan berbagai saluran komunikasi baik langsung maupun tidak langsung (hanphone, email dan media sosial)
b.      Berkomunikasi secara efektif dengan seluruh warga sekolah dan stakeholder
Namun data diatas juga menunjukkan kepala sekolah dasar masih cukup mengalami kesulitan dalam:
a.       Mengenali dan merespon secara layak perasaan, sikap dan perilaku, motivasi serta keinginan orang lain (seluruh warga sekolah)
b.      Memahami kebutuhan teknologi dan perhatian kepada sekolah.

Simpulan
Berdasarkan hasil data dan pembahasan yang sudah dilakukan dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:
1.        Kepala sekolah dasar di Kabupaten Tanggamus mempunyai keyakinan bahwa dimensi (a) visi, perencanaan, dan pengelolaan, (b) pengembangan dan pelatihan staf, (c) dukungan teknologi dan infrastruktur, (d) evaluasi dan penelitian, (e) keterampilan interpersonal dan komunikasi, dapat mempengaruhi kepemimpinan teknologi kepala sekolah.
2.        Menurut kepala sekolah dasar di Kabupaten Tanggamus mengalami cukup kesulitan dalam:
a.         Menyusun visi tentang teknologi yang digunakan di sekolah
b.         Menjabarkan visi secara jelas tentang teknologi yang digunakan di sekolah
c.          Menyusun perencanaan program penerapan teknologi di sekolah
d.         Menyusun progam pengelolaan teknologi di sekolah
e.         Menyusun program pengembangan dan pelatihan penguasaan teknologi bagi guru dan seluruh staf
f.           Mendorong in-service training teknologi bagi guru dan staf
g.         Melakukan evaluasi terhadap guru/staf yang telah mengikuti pengembangan/pelatihan di bidang teknologi
h.         Menentukan jenis teknologi yang akan diterapkan di sekolah
i.           Melakukan analisis kebutuhan infrastruktur (sarana dan prasarana) yang mendukung penerapan teknologi di sekolah
j.           Memandang teknologi yang efektif digunakan sebagai salah satu komponen penilaian kinerja guru/staf
k.         Melakukan evaluasi terhadap perangkat teknologi yang digunakan di sekolah
l.           Melakukan penelitian pemanfaatan teknologi dan pengaruhnya terhadap pembelajaran
m.       Menunjukkan pemahaman kebutuhan teknologi dan perhatian kepada sekolah
3.        Menurut persepsi kepala sekolah dasar di Kabupaten Tanggamus tidak mengalami kesulitan dalam:
a.       Memastikan bahwa fasilitas teknologi yang digunakan  tepat guna
b.      Mengenali dan merespon secara layak perasaan, sikap dan perilaku, motivasi serta keinginan orang lain (seluruh warga sekolah)
c.       Memahami kebutuhan teknologi dan perhatian kepada sekolah.


Daftar Pustaka
Chang, I.-H. (2012). The Effect of Principals' Technological Leadership on Teachers' Technological Literacy and Teaching Effectiveness in Taiwanese Elementary Schools. Educational Technology & Society, 15 (2), 328–340.
Direktorat Tenaga Kependidikan. 2010. Kepemimpinan Pembelajaran, Materi Pelatihan Penguatan Kepala Sekolah. Jakarta: Ditjen PMPTK Kemdiknas.
Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Kepala Sekolah (LPPKS). 2010. Instrumen Pemetaan Kompetensi Kepala Sekolah  tahun 2010. Surakarta: LPPKS.



Lokasi: Bandar Lampung, Bandar Lampung City, Lampung, Indonesia

0 komentar:

Posting Komentar